Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2011

ya Robbi.. ku titipkan cintaku pada-MU...

Semoga cinta ini adalah cinta misi,bukan cinta nafsu.. Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya,dlm setiap penantiannya..

ya Allah, Maha Pemilik Cinta, aku titipkan satu cinta itu padamu,jangan kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat,yang telah Kau persiapkan sejak dulu..

titip satu cinta itu ya Allah, cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan-Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan-Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia-Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridho’an-Mu..

titip satu cintaku Ya Mushawwir,, cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama-Mu..

titip satu cinta itu Ya Malik, cinta yang darinya aku lahirkan para mujahid dan mujahidah yang tangguh.. yang senantiasa siap membela agama-Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh Rasul-Mu..

titip satu cinta itu ya Rabb, jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama-sama terjaga,dan akhirnya sama-sama mendapatkan yg terjaga pula..

titip satu cinta itu Ya Rahman, cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar, dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..

titip satu cinta itu Ya Waliyy,, bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya, dan jaga dia untuk tetap berada di jalan-Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..

titip cinta itu Ya Karim,, jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fana nya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana,senantiasa berjuang untuk menggapai Syurga-Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya..

titip satu cinta itu Ya Ghaffaar,, jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama-Mu, orang yang selalu menyeru kepada agama-Mu.. jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak-anakku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat..

 titip cinta itu Ya Hafizh,, jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..

kutitipan cintaku pada-MU  Ya Rabb..
Semoga Engkau Meridhoi...
Amiin..

Minggu, 18 September 2011

Aku bisa karenaMu

Ku tersenyum, tapi bukan pada kebahagiaan..
Ku menangis, tapi bukan pada kesedihan..
Aku terhempas tanpa tahu arah..

Alangkah miris kehidupan ini..
... aku menangis,, tapi harus tetap tersenyum..

Ibarat memakai topeng indah,,
tapi dalam hati tersimpan gundah..

Aku ingin berteriak!!!
Mencaci hidup yang tak terarah..
tapi sama saja ku mengingkari takdir-Nya..

padahal disana ada madu manis yang akan kuminum
Bila ku senantiasa sabar..
Ada muara sejuk yang menyegarkan..
Bila ku selalu bersabar

ooohh Ayah..
ajarkan aku sebuah kekuatan..
ooohh Bunda..
ajarkan aku sebuah kelembutan…

agar aku selalu tegar dan sabar dalam mengarungi kerasnya kehidupan..
agar ku selau bersyukur..
agar ku tenang seperti kalian..

kepada angin.. ku gantungkan semangatku..
kepada matahari.. ku gantungkan asaku..
kepada air.. kugantungkan kesabaranku..
kepada tanah.. kugantungkan langkahku..

kepada Rabbku.. kupasrahkan takdirku..
dank u bisikkan pada-Nya..
aku bisa karna-Mu..

Selasa, 16 Agustus 2011

hanya satu yang ku pinta..

Pelik sungguh perasaan ini,
Berdebar sungguh hati ini,
Kehadiranmu di sisi,
Menyebabkan hati ini,
Rasa tersisih,
Tersisih untuk mendapatkan dan mencari,
Cinta yang kekal abadi,
Cinta daripada Illahi.

Bukan kerana membenci,
Bukan kerana tidak mengerti,
Dendam jauh sekali,
Marah tidak mungkin,
Sesungguhnya hati ini,
Reda dengan ketentuan Illahi.

Cukuplah hati ini disakiti,
Cukuplah dimaki dan dicaci,
Hati ini sangat pedih,
Kerana terguris,
Dan ditikam dengan pisau dan keris,
Yang diperbuat daripada besi,
Dan dicairkan dengan api,
Yang sangat panas dan sakit.

Jangan biarkan kenangan tadi,
Menyelubungi diri,
Menghantui mentaliti,
Menghitamkan hati,
Melemahkan semangat ini,
Semangat yang diberi,
Untuk terus berdiri,
Di medan ini,
Kerana mencari keredaan Illahi.

Jika menyendiri itu yang terbaik,
Yang mendekatkan kita kepada Maha Pengasih,
Yang meningkatkan nur iman di hati,
Yang meningkatkan semangat jihad dalam diri,
Yang membentuk ukhuwwah Islami,
Maka janganlah berfikir panjang lagi,
Jangan dipersoalkan lagi,
Jangan dikhuatiri lagi,
Dan pilihlah jalan ini.

Jangan pernah berpatah kembali,
kerana kekosongan di hati,
Telah sarat dipenuhi,
Dengan cinta-cinta yang berseri,
Yakni cinta dari dan untuk Illahi,
Cinta kepada Rasulullah dan Nabi,
Cinta kepada Mujahid,
Cinta kepada family,
Cinta kepada guru yang banyak memberi,
Cinta kepada sahabat sejati,
Cinta kepada saudara Islami,
Dan cinta kepada diri sendiri.

Cukuplah dengan fitnah duniawi,
Yang dilemparkan kepada diri ini,
Hati sangat sakit,
Bagaikan kaca yang berkecai,
Digigit dan terkena gusi,
Darah dan tangisan mengalir,
Tanpa henti-henti,
Bagai sungai yang mengalir,
Sungguh deras sekali.

Janganlah kembali,
Untuk menyakitkan hati,
Dan merosakkan diri,
Kerana diri ini tak kan berpatah balik,
Janganlah kembali,
Dan timbulkan fintah antara hati-hati ini,
Diri ini tidak tahan lagi,
Apatah lagi,
Hati ini telah dipilih,
Oleh Rabbul Izzati,
Untuk menerajui,
Sebuah organisasi,
Yang berteraskan program Islami,
Organisasi yang sangat dicintai,
Yang menjaga diri ini,
Sehingga kini,
Untuk menjadi Muslimah Sejati.

Tapi hati ini yakin,
Allah ada di sisi,
Allah bersama orang yang disakiti,
Allah menguji diri ini,
Untuk membuktikan yang diri ini sangat kerdil,
Sangat kecil,
Untuk membuka mata ini,
Agar tidak kecundang dan lari,
Dari agama ini,
Agar amalan selama ini,
Tidak berpihak di sebelah kiri,
Di akhirat nanti.

Cukuplah jangan ditangisi,
Jangan pernah kembali,
Hanya setakat untuk mengharapkan kasih,
Daripada insani,
Pergilah cari,
Cari cinta sejati,
Cari kebahagiaan hakiki,
Mintalah daripada Yang Maha Mengasihi,
Yang Maha Mendengar dan Maha Memahami,
Nescaya cinta yang dimiliki,
Akan kekal abadi,
Hingga ke nafas terakhir,
Dan di akhirat nanti.

Ketahuilah bahawa hati ini,
Milik yang Maha Memiliki,
Bukan tercipta tersendiri,
Tapi diciptakan oleh Rabbul Izzati,
Untuk menjadi khalifah di muka bumi ini,
Khalifah untuk diri sendiri,
Ingatlah bahawa hidup mati,
Diri ini,
Adalah semata-mata kerana niat suci,
Bukan untuk pilih,
Antara syurga / neraka di akhirat nanti,
Tapi untuk mencari keredaan Illahi,
Yang sangat dicintai,
Melebihi cinta kepada diri ini.



Pergilah dan cari,
Siapakah diri,
Berhijrahlah dan lari,
Dari kehidupan ini,
Binalah kehidupan berbau wangi,
Yang dihiasi,
Oleh munajat dan zikir,
Kepada Sang Pemilik,
Jadikanlah masa-masa tadi,
Sebagai sebuah ilusi,
Yang tidak mungkin,
Dan tidak AKAN mungkin,
Terjadi.

Berpesanlah kepada yang lain,
Bahawa diri ini,
Sangat menyesali,
Dan berjanji,
Tidak akan mengulangi lagi,
Ketahuilah bahawa diri ini,
Serahkan kembali kepada Yang Maha Pemberi,
Kerana diri ini,
percaya dan yakin,
Akan bertemu dengan yang lebih baik,
Insya Allah suatu hari nanti.

Dengan izin Illahi,
Diri ini tidak akan kembali,
Dan berpatah balik,
Kerana diri ini akan terus berdiri,
Di medan ini,
Beralaskan kaki,
Dan akal yang diberi,
Dengan bantuan orang yang dicintai,
Sehingga ke nafas terakhir,
Kerana itulah kebahagian hakiki.

Pesanan terakhir,
Sebelum melangkah pergi,
Jagalah hati,
Jagalah diri,
Jagalah peribadi,
Jagalah hubungan kita dengan Illahi,
Kerana kita akan merasai,
Kenikmatan yang kekal abadi.

Wa Allahu 'Alam

Jumat, 15 Juli 2011

ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ

•Yaa Rabbi•*´¯)
Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamiin...

Kamis, 14 Juli 2011

doa dari hati yang gelisah....

Ya Allah... Aku bermohon...
Kembalikanlah... Semangatku yg tlah pergi bersamanya...
Pulihkanlah... Hatikuh yg tlah dicuri olehnya...
Berikanlah... Sapu tangan kasihMU...
Untuk mengelap air mata yg hampir kering...
Tunjukanlah jalan... Untuk kaki yg bingung...
Akan melangkah kemana...